Lho judulnya kok nama orang? Yap ini ada kaitannya dengan Jawa Pos hari ini, Minggu 8 Pebruari 2009 yang memuat Semiloka Pendidikan program Untukmu Guruku 2009 yaitu tentang PTK (Penelitian Tindakan Kelas) yang diikuti sekitar 400 guru. Di rubrik tersebut disebutkan bahwa “Penelitian Tindakan Kelas (PTK) menuntut guru untuk berubah ke arah yang lebih baik. Dari yang biasanya monoton menjadi kreatif dalam menemukan metode pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa. Dari yang biasanya terpaku pada gaya ceramah menjadi lebih bervariasi dalam mengajar. Setidaknya perubahan semacam itulah yang diharapkan Prof Dr Suhardjono Dipl HE ketika berbicara di hadapan 400 guru peserta Semiloka Pendidikan program Untukmu Guruku 2009 di Ruang Lebah Biru, Telkom Divre V, Jalan Ketintang kemarin. “PTK memang ditujukan untuk mendorong guru lebih profesional. Karena itu, guru harus terus berusaha menemukan metode pembelajaran yang lebih baik,” katanya.
Saya tidak tahu apa komentar 400 peserta semiloka tersebut terhadap pemaparan Professor (begitu saya biasa memanggil beliau), tapi saya yakin mereka pasti bangga dan puas bisa mendapat pencerahan langsung dari beliau. Pastinya ada penjelasan mengapa saya bisa berkata seperti itu…Ya karena beliau adalah Pembimbing Utama saya dalam menyusun tesis tahun kemarin. Saya khususnya dan teman2 saya di kelompok Rajawali (Professor memberi sebutan begitu pada kami: P Totok, P Sunan, P Kris, P Yuni, P Hari dan Saya sendiri, mahasiswa2 Perencanaan Pendidikan Pasca SarjanaUnibraw Angakatan 2006, yang menjadi bimbingan beliau) merasa bangga dan bersyukur mendapat pembimbing sehebat beliau.
Di sela kesibukannya yang luar biasa, beliau selalu menyempatkan waktu bagi kami untuk membimbing dan mendengarkan progress penelitian kami. Beliau bahkan selalu menyemangati kami agar pantang putus asa dan segera memperbaiki kesalahan bila ada. Di rumah beliau yang asri dan bersahaja, kami, kelompok rajawali dengan beliau , membahas dan mendiskusikan tesis kami masing2 rutin per dua minggu. Sebagai pakar di bidangnya, beliau tidak pernah memandang remeh kami yang notabene sering kebingungan dan tidak fokus dalam menyusun tesis. Beliau dengan kesabaran yang luarbiasa akan selalu mendengarkan pendapat kami dulu, baru nanti beliau mengomentari. Apalagi nih yang bikin kami tambah semangat untuk hadir setiap bimbingan … dalam setiap pertemuan untuk bimbingan dan diskusi….berbagai makanan kecil sebagai hidangan selalu ada…(Jadi keenakan nih temen2…hehehe…). Bahkan ketika anggota kelompok Rajawali ada yang maju Seminar Hasil untuk pertama kalinya bagi angkatan kami dan menuai sukses….pada pertemuan berikutnya Professor dan Ibu menjamu kami dengan makanan istimewa yaitu bakso dan pangsit yang…. maknyuss rasanya…hehehe…. (Terimakasih ya Prof…). Dan ini membuat iri temen2 kami yang lain…mereka bilang kalau bisa pindah dosen pembimbing, mereka mau ikutan kelompok kami saja….