Archives

Manajemen Sekolah

Hari ini, setelah seharian “jalan-jalan” ke beberapa sekolah dasar dalam rangka penilaian lomba gugus SD tingkat Kota, saya mencatat beberapa permasalahan yang ada. Berbagai macam “pertanyaan” ada di benak saya dan begitu sampai di kantor saya yang lumayan sejuk segera saya mencoba mencari jawabannya. Untuk sementara saya berasumsi bahwa “permasalahan” yang muncul dikarenakan masih lemahnya (kalau tidak mau dikatakan kurang…) dalam “memenej” sekolah. Bisa dikatakan bahwa manajemen sekolah merupakan kunci pokok dalam mengelola sekolah. Dan bicara soal manajemen maka tentu saja Kepala Sekolah memegang peranan yang penting.

Setelah “berkelana” di dunia maya akhirnya saya mendapat beberapa pencerahan dan salah satunya tulisan Bapak Munif Chatib (FB beliau sudah saya add …sehingga saya selalu dapat mengikuti tulisan beliau). Berikut adalah tulisan beliau …tentang Manajemen Sekolah.

Subject: TANDA-TANDA KEBANGKRUTAN SEKOLAH by Munif Chatib
TANDA-TANDA KEBANGKRUTAN SEKOLAH
By Munif Chatib

Dalam perkuliahan Guardian Angel (GA) di Surabaya, para mahasiswa yang berstatus beragam, mempunyai sebuah masalah yang cukup penting, yaitu tanda-tanda sekolah yang menuju kebangkrutan. Status mahasiswa beragam, ada yang menjabat sebagai direktur sekolah, kepala sekolah, pemilik sekolah, investor sekolah, litbang kurikulum sekolah, bahkan orangtua.

Saya berharap artikel ini dapat membantu memberikan pemahaman yang komprehensif terhadap institusi yang bernama sekolah. Semoga berguna bagi semua elemen sekolah, minimal dapat menghindari jangan sampai sekolah kita terperangkap dalam kondisi ‘decline’ atau menurun tanpa kita sadari. Juga usulan beberapa sahabat yang luar biasa yang mempunyai ide ‘gila’, yaitu jika 10 tahun ini, pekerjaan saya terbanyak adalah membina sekolah yang asalnya ‘pingsan’ menjadi ‘siuman’ dan ‘bangkit’ lagi, lantas bagaimana dengan sekolah-sekolah yang sudah sehat, ternyata menderita penyakit yang tidak disadarinya. Yang mana penyakit itu cepat lambat membawa sekolah tersebut menuju kebangkrutan kepercayaan dan kualitas.

Manajemen adalah jantung sekolah

Saya menganalogikan dalam institusi sekolah, apapun jenjangnya mempunyai jantung, yaitu manajemen sekolah. Dapat dibayangkan,jantung ini adalah pusat kehidupan, artinya manajemen ini menjadi unsur terpenting. Seorang investor bertanya kepada saya, langkah awal apa yang harus dilakukan untuk membangun sebuah sekolah. Dengan cepat saya menjawab, membentuk manajemen yang profesional. Setelah itu barulah hal-hal yang lain dapat dikerjakan. Jika manajemen sekolah sudah terbentuk, maka struktur di bawahnya yaitu pelaksana dapat dibentuk juga. Manajemen sekolah biasanya saya sebut CONTEXT SYSTEM sedangkan pelaksana CONTENT SYSTEM. Banyak analogi untuk kedua frase ini. Analogi CONTEXT sebagai piring dan CONTENT sebagai makanan yangtersedia di atas piring tersebut. Atau analogi seekor burung merpati putih yang mempunyai dua sayap untuk terbang. Sayap pertama adalah CONTEXT dan sayap kedua adalah CONTENT. Jika kedua sayap ini terbangnya bersamaan, bersatu padau, dan bekerja sama, maka burung ini akan terbang tinggi dan hinggap ditempat yang dituju.

Setelah terbentuk dua pihak, CONTENT dan CONTEXT, yang secara terstruktur atas dan bawah. Namun secara fungsi harus bersinergi, maka kewenangan dan tanggung jawab masing-masing dirumuskan. Kedua pihak harus sepakat dan saling menghormati wilayah kewenangan masing-masing. Intervensi kewenangan akan dengan mudah terlihat jika rumusan kesepakatan wewenang dan tugas itu dibuat tertulis. Yang penting diperhatikan sebagai manajemen atau CONTEXT harus menjadi pintu masuk segala arus informasi dan perubahan-perubahan dalam sekolah tersebut. Artinya pengambil kebijakan harus dipegang oleh manajemen. Mulai perekrutan dan seleksi guru dan karyawan, kebijakan keuangan,dan kebijakan membuat legal dokumen. Pertanyaan besarnya siapa saja yang menjadi CONTEXT dan CONTENT dalam institusi sekolah tersebut? Jawabnya beragam,tergantung kondisi.

1. Duet Ketua Yayasan dan Kepala Sekolah

Ketua Yayasan sebagai CONTEXT dan Kepala Sekolah sebagai CONTENT. Struktur ini mungkin paling sederhana. Biasanya sekolah tersebut hanya memiliki satu jenjang pendidikan saja. Apakah TK, atau SD saja, atau jenjang lain. Ketua Yayasan mempunyai wewenang umum sebagai berikut:

* Merekrut Kepala Sekolah, guru dan karyawan(CONTEXT).
* Menentukan manajemen keuangan.
* Menandatangai Kesepakatan Kerja Bersama dan SKsebagai legalitas dokumen.
* Menentukan kebijakan global sekolah.

Sedangkan kepala sekolah sebagai pimpinan CONTENT bertanggungjawab terhadap pekerjaan struktur di bawahnya, yaitu para guru dan karyawan lainnya. Ketua yayasan seyogyanya tidak secara langsung intervensi kepada guru, sebab ada kepala sekolah. Demikian juga sebaliknya.

2. Duet Ketua Yayasan dan Direktur Sekolah

Ketua Yayasan sebagai CONTEXT dan Direkur Sekolah sebagai CONTENT. Struktur seperti ini biasanya jika sekolah mempunyai beberapa jenjang pendidikan. Seluruh jenjang dipimpin Direktur Sekolah, yang di bawahnya adalah para kepala sekolah masing-masing unit. Ketua yayasan seyogyanya tidak langsung intervensi kepada kepala sekolah atau bahkan guru. Kepala sekolah dan guru adalah tanggung jawab direktur sekolah.

3. Duet Direktur Sekolah dan Kepala Sekolah

Direktur Sekolah sebagai CONTEXT dan Kepala Sekolah sebagai CONTENT. Struktur ini biasanya terjadi pada sekolah yang yayasan sebagai pendiri menyerahkan total manajemen sekolah kepada orang yang berkompeten yaitu Direktur Sekolah dalam hal ini. Biasanya pengurus yayasan adalah orang-orang sibuk atau awam dalam pengelolaan dunia pendidikan. Direktur sebagai CONTEXT yang memberi laporan kepada Ketua Yayasan tentang perkembangan sekolahtersebut.

Nah ketiga matrik tersebut yang paling banyak terjadi pada struktur manajemen dunia pendidikan di Indonesia, terutama sekolah swasta. Namun yang banyak terjadi adalah ketidakjelasan pihak siapa sebagai CONTEXT dan CONTENT. Manajemen ini adalah pondasi bersirinya sebuah sekolah. Jika pondasinya sudah tidak jelas, maka akan berdampak negatif pada perkembangan sekolah selanjutnya. Terkadang sekolah yang sudah besar, namun lemah dalam hal manajemen di atas. Menurut saya hal ini sangat berbahaya. Bahkan banyak saya temukan di lapangan hubungan kerja antara direktur, kepala sekolah dan guru dengan yayasan tidak mempunyai legal dokumen secara tertulis.

Seorang sahabat sebagai kepala sekolah bilang kepada saya dengan tersenyum, “Kita pakai manajemen ikhlas pak Munif, gak pakai kontrak-kontrakan,apalagi CONTEXT dan CONTENT.”

Saya hanya bisa geleng-geleng kepala mendengarkannya. Betapa sekolah sebenarnya adalah intitusi manajemen sumber manusia tingkat tinggi.Saya tidak dapat membayangkan bagaimana sekolah yang dibangun dengan pondasi manajemen yang amburadul.

Dari pengamatan saya, beberapa sekolah yang sudah jelas mempunyai struktur CONTEXT dan CONTENT masih juga menemui persoalan, yaitu intervensi yang tidak tepat. Pasangan duet antata Ketua Yayasan dan Direkturatau Direktur dengan Kepala Sekolah sering mendapat intervensi yang tidak pas secara fungsi. Biasanya intervensi itu datangnya dari atas, dalam hal ini Ketua Yayasan. Intervensi Ketua Yayasan dalam koridor untuk kebaikan manajemen sekolah sah-sah saja. Namun yang sering terjadi adalah intervensi dalam hal proses kerja. Contoh yang sering terjadi misalnya, pihak Yayasan langsung menginterupsi proses kerja guru, padahal di atasnya ada kepala sekolah dandirektur. Atau pihak yayasan intervensi langsung terhadap proses kerja kepala sekolah, padahal di atasnya ada direktur. Nah hal-hal semacam inilah jika tidak cepat diluruskan dan diselesaikan merupakan tanda-tanda kebangkrutan sebuah sekolah.

Semoga tulisan ini membantu banyak sekolah untuk menjadikan manajemen sekolah lebih baik. Amien.

………………………………………………….
Semoga bermanfaat…

Menyongsong UASBN 2009/2010

Kabar terbaru dari dunia pendidikan adalah jadwal UN 2010 untuk tingkat SMA/SMK dimajukan pada bulan Maret 2009. Hal ini secara otomatis tentunya akan berimbas pada jadwal UASBN 2010 jenjang SD/MI. Walau jadwal resmi untuk jenjang SD/MI belum keluar, namun Permendiknas tentang UASBN sudah ada yaitu Permendiknas Nomor 74 tahun 2009. Berikut adalah salinan resminya dapat di download disini

Prestasi vs dana

Olimpiade SDAlhamdulillah….sampai triwulan ke dua ini…beberapa torehan prestasi yang membanggakan di bidang pendidikan yaitu lewat lomba-lomba, khususnya jenjang TK dan SD berhasil digoreskan oleh siswa-siswa Kota Madiun…mulai Tingkat Propinsi atau regional sampai ke tingkat nasional. Ini semua berkat kerja keras dari para guru dan orangtua murid yang selalu berupaya untuk memajukan anak didiknya.

Ajang lomba memang merupakan salah satu media yang dapat digunakan untuk mengetahui hasil pembinaan kepada anak didik selama ini. Lewat ajang lomba pula, bakat kreativitas dan kemampuan anak dapat tergali dan terasah, sehingga ajang lomba ini dapat menjadi tempat untuk menyemai bibit-bibit muda yang berpotensi dan unggul. Selain itu ajang lomba ini juga dapat digunakan guru (baca sekolah) sebagai wahana untuk evaluasi proses pembelajaran yang telah dilakukan selama sekian semester.

PamitanUntuk Kota Madiun…beberapa prestasi memanggakan yang telah ditorehkan sampai dengan awal Juni 2009 yaitu :
1. Juara III Nasional lomba melukis TK/RA di FLS2N Yogyakarta
2. Juara II Propinsi lomba melukis TK/RA dalam rangka FLS2N
3. Juara III Propinsi menyanyi tunggal TK/RA dalam rangka FLS2N
4. Juara II Propinsi Lomba Gugus SD Tahun 2008
5. Juara Harapan III Lomba Gugus TK Tahun 2009
6. Juara II dan III Propinsi lomba renang putri gaya Dada dan Kupu-kupuSD/MI dalam rangka Olimpiade OR
7. Masuk 30 besar Nasional dalam Olimpiade MIPA Jalur B
8. Juara I Propinsi Bulutangkis SLB
9. Juara III Propinsi kursi roda

Tentu saja prestasi2 di atas tidak diraih dengan mudah…banyak pengorbanan dan perjuangan untuk meraihnya…termasuk dana. Dana yang cukup besar harus disediakan baik selama perlombaan tingkat Kota…berangkat ke Propinsi…dan Nasional. Semoga dengan kerjasama dengan semua pihak mulai orang tua, sekolah, Dinas Pendidikan , Walikota dan bahkan unsur-unsur lain yang care terhadap pendidikan di Kota Madiun…dapat membantu menagatasi problema ini….

Semoga dengan torehan prestasi selama tahun 2009 ini yang semakin meningkat dari tahun sebelumnya…diimbangi juga dengan tersediannya dana yang mencukupi untuk kesuksesan dalam berlomba sampai tingkat Propinsi dan Nasional. Bagaimanapun prestasi memang memerlukan biaya…..tenaga….waktu….pikiran.

Mereka yang berprestasi layak diberi rewards yang membanggakan….dan ketersediaan rewards tersebut memang memerlukan dana yang lumayan banyak….untuk itu sudah waktunya anggaran untuk lomba-lomba baik di tingkat Kota…Propinsi…Nasional…bahkan Internasional….lebih ditingkatkan lagi…lagi..dan …lagi….

Prestasi TK/SD

Sampai bulan ini…beberapa ajang lomba yang digelar sebagai salah satu wadah pembinaan bagi bakat, minat dan kreativitas anak-anak usia TK dan Sekolah Dasar di Kota Madiun menorehkan hasil yang bagus dan membanggakan…walau dengan rewards yang masih seperti dulu dulu aja..alias belum ada peningkatan…atau masih sebatas piagam dan piala.

Blomba tingkat kotaerharap tahun depan dapat memberikan reward yang lebih baik bagi mereka yang telah mengukir prestasi….seperti media or buku2 or beasiswa…yang relevant yang dapat dimanfaatkan untuk menunjang belajar dan prestasi mereka..

Tentu saja harapan tersebut dapat terwujud apabila semua pihak dan institusi yang terlibat dan terkait di dunia pendidikan…lebih peduli dan menyadari bahwa pendidikan adalah investasi masa depan…yang harus diperjuangkan…dan tentu saja memerlukan investasi tenaga, pikiran dan dana yang besar juga.

Of course…hasilnya tidak langsung dapat kita lihat sekarang….tapi Insya alloh investasi itu akan bisa membuahkan hasil beberapa tahun ke depan…tahun-tahun ketika mereka mengukir hidup mereka dengan prestasi dan karya ….tahun-tahun ketika anak-anak itu tumbuh dan besar dengan pendidikan tinggi dan ketrampilan yang baik…

Bekerja di dunia pendidikan….mungkin…tidak sama dengan bekerja di bidang lain….Dunia pendidikan…lebih unik dan kompleks permasalahannya. Selain pikiran, ketrampilan…kita juga pakai “hati” disana. Tidak bisa dihitung untung ruginya…tetapi dengan kesabaran dan keikhlasan…apa yang kita kerjakan…walau hanya secuil ..pasti ada maknanya bagi dunia pendidikan.

Kembali ke lomba…berikut adalah prestasi membanggakan yang diukir anak-anak TK dan SD di Kota Madiun Tahun 2009 ini:
1. Miranda Naya, TK Tadika Puri…mewakili Propinsi Jawa Timur dalam Festival Kreativitas dan Seni Nasional yang akan digelar di  Jogyakarta tanggal 1 s/d 5 Juni 2009.
2. Agnessia Asian Budi, SDN 01 Kartoharjo…Maju ke Tahap II seleksi tingkat Nasional mewakili Propinsi Jatim pada Olimpiade MIPA Jalur B.
3. Annisa Putri, TK Pembina Kec. Taman, Juara III lomba Menyanyi Tunggal dalam rangka Festival Kreativitas dan Seni anak TK..tingkat Propinsi Jawa Timur.

Tanggal 27 s/d 31 Mei 2009…dilaksanakan olimpiade olahraga tingkat sekolah dasar….semoga anak-anak kita tercinta yang sedang berlaga..juga berhasil mengukir prestasi yang membanggakan ..baik bagi diri mereka sendiei, orangtua, sekolah…dan Kota Madiun.
AYO…KAMU BISA.

Go to Nasional !

dsc01956

Dari pelaksanaan Festival Kreativitas dan Seni anak TK tingkat Provinsi Jawa Timur yang diselenggarakan di asrama Haji Surabaya pada tanggal 21 s/d 23 april 2009, Alhamdulillah dua wakil yang dikirim Kota Madiun yaitu untuk lomba Menyanyi Tunggal dan Melukis mendapat kejuaraan semua alias masuk 3 besar provinsi.

Untuk Menyanyi Tunggal yang diwakili oleh ananda Anissa dari TK Pembina Kecamatan Taman, mendapat juara III (ketiga),sedangkan untuk lomba melukis atas nama Miranda Naya dari TK Tadika Puri mendapat peringkat II atau juara II. Khusus untuk melukis perningkat ke I, II dan III, berhak mewakili Provinsi Jawa Timur ke Festival Kreativitas dan Seni Anak TK tingkat Nasional yang rencananya akan dilaksanakan pada bulan Juni 2009.

Tentu saja prestasi yang amat membanggakan ini menjadi awal yang manis bagi prestasi prestasi selanjutnya bagi anak-anak kita. Apalagi mengingat pelaksanaannya untuk tingkat Kota kemarin lumayan mepet sekali waktunya dan bersamaan dengan kegiatan2 lain di Bidang Pendidikan Dasar yang amat padat.

Semoga untuk pelaksanan tahun depan, dapat lebih baik dan seluruh lembaga TK yang ada di Kota Madiun dapat mengirimkan wakilnya untuk lomba tingkat Kota. K arena festival atau lomba2 semacam ini merupakan salah satu media bagi evaluasi pembelajaran dan salah satu ajang bagi anak untuk dapat meningkatkan mutu dan kreativitas serta potensi yang dimiliki baik di bidang menyanyi tunggal, melukis, ataupun jenis2 kegiatan yang lain seperti baca puisi, telling story, percakapan dan masih banyak lagi.

Sukses terus anak-anak Kota Madiun. I love you all.

Festival Kreativitas dan Seni TK/RA

Bulan April ini, padat sekali kegiatan yang harus bidang Dikdas khususnya seksi pendidikan TK dan SD yang harus  laksanakan berkaitan dengan peningkatan mutu dan penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar. Untuk TK, akan dilaksanakan Festival dan kreativitas Seni TK/RA dengan kegiatan berupa:
1. Lomba menyanyi tunggal
2. Lomba melukis
3 . Lomba Cipta lagu TK untuk Pengelola TK

img_amanda_festivalLomba diatas (kecuali nomor 3 yang harus dikirim langsung ke Depdiknas Jakarta) akan dilaksanakan pada hari RABU, 15  April 2009 bertempat di Diknas Dikbudmudora Kota Madiun, Jl Mastrip No 21. Untuk pendaftaran sudah dimulai tanggal 7 April kemarin sampai dengan 14 April 2009.

Untuk detailnya ada di edaran dan juknis yang sudah diluncurkan ke sekolah dan gugus kemarin. Diharapkan dari lomba ini nanti akan melahirkan anak-anak yang berbakat di bidang menyanyi dan melukis. Peserta terbaik atau rangking satu akan dikirim untuk mengikuti lomba tingkat propinsi pada tanggal 21 s/d 23 April 2009.

Semoga kegiatan ini dapat berjalan lancar dan sukses.

Prestasi Lagi!

Krawitan lhoHari ini, dua kabar berita yang menggembirakan, saya dapatkan dari Dinas Provinsi Jawa Timur, yaitu:
Yang pertama: Salah satu siswa SD Kota Madiun yang dikirim untuk ikut seleksi Olimpiade MIPA Jalur B atau Jalur Khusus (IMSO)  pada akhir Pebruari 2009 kemarin, dari 10 anak dengan rincian 5 anak untuk seleksi Matematika dan 5 anak untuk seleksi IPA, satu diantara mereka yaitu Agnessia Asia Budi, siswi SDN 01 Kartoharjo Kota Madiun, lolos seleksi untuk ikut pembinaan dan seleksi tahap I Tingkat Nasional.

Agnes, harus sudah chek in pada hari Minggu tanggal 12 April 2009 pukul 14.00 WIB di LPMP DKI Jakarta. Jadwalnya lumayan mepet sekali, tapi Insya Alloh kita berusaha memenuhi jadwal yang ditetapkan Jakarta.
Semoga nanti Agnes bisa terus lolos ke tahapan tahapan selanjutnya dan meraih sukses di tingkat nasional bahkan internasional. Semoga juga lolosnya agnes untuk goes to Jakarta bisa menjadikan insprirator bagi anak-anak kita yang lain untuk berkarya dan berprestasi. Good Luck!

Hadroh ya...Yang kedua :Kabar yang menyenangkan dan membanggakan yang lain adalah, dari hasil lomba gugus TK tingkat kelompok kab/kota dimana Kota Madiun berada di kelompok IV (kalo nggak salah sih) bersama dengan Pacitan, Trenggalek, Surabaya dan3 kab/kota lain, dinyatakan lolos untuk ikut seleksi senjutnya yaitu BABAK 6 BESAR Tingkat Provinsi. Prestasi yang lumayan bagus sejauh ini…mengingat persiapan kita yang mepet dan dana yang minim sekali dari APBD ditambah dana tersebut belum cair…jadi terpaksa kita mencari talangan dulu.

Saya salut dengan teman-teman di TK baik Kepala Sekolah, guru dan juga yayasan yang dengan semangat empat lima mau bekerja keras untuk menyiapkan penilaian tahap I kemarin. Untuk itu terimakasih yang setulus-tulusnya saya sampaikan….karena tanpa kerja keras dan keikhlasan kita tidak mungkin sampai di tahap II ini.

Penilaian selanjutnya akan dilakukan tanggal 16 APRIL 2009 nanti, lumayan mepet juga untuk membenahi semua kekurangan pada penilaian yang pertama . Tapi saya optimis dengan kerja keras dan gotong royong…Insya Alloh kita akan berhasil lagi. Amin.